Alma Ata Eurasia Corner

Mukadimah

Era konvergensi pendidikan global menuntut Universitas Alma Ata (UAA) untuk terus memperluas eksistensinya dalam jejaring internasionalisasi. 

Alma Ata Euroasia Corner merupakan Hub “Global Outlook” bagi civitas akademika Universitas Alma Ata. Tahun 2026, UAA telah membangun beberapa mitra strategis dengan negara-negara Asia Tengah seperti Uzbekistan dan Kazakstan. 

Universitas Alma Ata sendiri memiliki nilai historis yang sangat dekat dengan salah satu kota di Kazakstan yakni “Almaty” yakni Peristiwa Deklarasi Alma-Ata yang menjadi salah satu tonggak sejarah paling penting dalam peradaban manusia modern, khususnya di bidang kesehatan global dan kesetaraan sosial. Momen ini bukan sekadar konferensi, melainkan sebuah resolusi kemanusiaan yang sangat monumental. Pada musim gugur, tepatnya 6–12 September 1978, di tengah ketegangan ideologi Perang Dingin yang membelah dunia, sebuah keajaiban diplomasi terjadi di kota Alma-Ata (kini Almaty), Kazakhstan—yang saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Atas inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, perwakilan dari 134 negara dan 67 organisasi internasional duduk bersama. Mereka menanggalkan perbedaan politik demi satu isu mendesak: menyelamatkan masa depan umat manusia dari ketimpangan fasilitas medis. Konferensi ini melahirkan Deklarasi Alma-Ata, sebuah manifesto yang secara berani mendefinisikan ulang makna “sehat”. Deklarasi ini menegaskan bahwa kesehatan bukanlah sekadar “ketiadaan penyakit”, melainkan keadaan sejahtera yang paripurna secara fisik, mental, dan sosial. Lebih dari itu, deklarasi ini menggaungkan kepada dunia bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia yang fundamental, dan ketimpangan derajat kesehatan antara masyarakat di negara maju dan negara berkembang adalah sebuah ketidakadilan yang tidak dapat diterima secara moral, sosial, maupun ekonomi.

Rector Universitas Alma Ata, Republic of Palace, Almaty, Kazakhstan.

Lahirnya Jantung Kesehatan Dunia: Pelayanan Kesehatan Primer Sumbangsih terbesar dari deklarasi ini adalah lahirnya gagasan Primary Health Care (PHC) atau Pelayanan Kesehatan Primer. Kesepakatan di Kazakhstan tersebut menetapkan bahwa kunci untuk mencapai visi ambisius “Health for All” (Kesehatan untuk Semua) adalah dengan mendesentralisasi layanan medis sedekat mungkin ke tempat masyarakat hidup dan bekerja. Metode ini menuntut terapan keilmuan yang ilmiah, praktis, namun tetap harus selaras dengan nilai-nilai sosial dan kearifan lokal masyarakat setempat. Perjuangan kemanusiaan yang dimulai di Kazakhstan hampir setengah abad lalu itu tidak berhenti, melainkan berevolusi. Jika pada tahun 1978 pemerataan akses kesehatan bertumpu pada pembangunan puskesmas fisik, hari ini visi Health for All diwujudkan melalui kemajuan inovasi digital. Bagi komunitas global, frasa “Alma Ata” membawa memori kolektif yang sangat terhormat. Nama tersebut melambangkan perjuangan kesetaraan, kemajuan inovasi, dan dedikasi tertinggi pada kesejahteraan hidup manusia.

Alma Ata Euroasia Corner sebagai pusat informasi, pusat promosi, dan pusat penguatan kerja sama akademik internasional antara Universitas Alma Ata dengan berbagai perguruan tinggi serta mitra di kawasan Eropa dan Asia. Lebih dari itu, corner ini akan menjadi pusat pertukaran kebudayaan (cultural exchange) yang mengintegrasikan ekosistem digital interaktif guna menjembatani pemahaman lintas negara bagi seluruh sivitas akademika UAA. Mitra strategis UAA saat ini dengan beberapa Universitas di Uzbekistan dan Kazakhstan antara lain:

Samarkand State Medical University

Samarkand Uzbekistan merupakan salah satu institusi pendidikan medis tertua dan paling prestisius di kawasan Asia Tengah. Didirikan pada 7 Mei 1930 di kota bersejarah Samarkand, Uzbekistan, universitas ini telah berevolusi dari sekadar institut kesehatan lokal menjadi pusat keunggulan modern yang memadukan warisan sejarah peradaban keilmuan dengan teknologi medis kontemporer. Sebagai institusi medis independen pertama di wilayah tersebut, SamSMU memiliki rekam jejak panjang dalam mencetak tenaga profesional kesehatan. Universitas ini menduduki peringkat atas di Uzbekistan dan secara resmi diakui oleh World Health Organization (WHO) maupun berbagai dewan medis internasional. Dengan populasi lebih dari 14.000 mahasiswa—di mana lebih dari 30% merupakan mahasiswa internasional dari berbagai belahan dunia—SamSMU menawarkan lingkungan akademik yang sangat multikultural dan berwawasan global. Saat ini, SamSMU secara progresif mengimplementasikan konsep “University 3.0”, yang mengintegrasikan secara penuh pendidikan medis, riset ilmiah mutakhir, praktik klinis, dan inovasi layanan kesehatan. Universitas ini dilengkapi dengan infrastruktur yang masif, termasuk dua rumah sakit pendidikan mandiri (klinik universitas) dengan kapasitas ratusan tempat tidur, serta pusat riset spesialis rehabilitasi dan mikrobiologi. Fasilitas klinis yang terintegrasi ini menyajikan ekosistem yang luar biasa untuk pengembangan dan validasi clinical decision support systems (CDSS). Akses terhadap dataset medis berskala besar dari populasi Asia Tengah membuka koridor luas untuk pengujian explainable AI serta validasi silang pada model prediksi risiko multilabel berbasis deep neural network, demi menciptakan sistem diagnostik yang lebih akurat dan inklusif. SamSMU memiliki sembilan fakultas utama, mencakup Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Farmasi, hingga Pedagogi Medis. Secara khusus, sejak tahun 2020, universitas ini meluncurkan program studi Kedokteran Tradisional (Traditional Medicine). Langkah ini menjembatani praktik penyembuhan kuno warisan Jalur Sutra dengan metodologi saintifik modern. Kajian ini sangat presisi apabila disandingkan dengan pendekatan Inquiry Learning Model yang bertumpu pada local wisdom (kearifan lokal), mengubah tradisi menjadi literatur akademis yang terukur. Keberadaan payung kerja sama resmi (MoU) antara UAA dan SamSMU merupakan aset diplomasi akademik yang berbobot. Sinergi ini memastikan bahwa pertukaran intelektual lintas negara dapat dieksekusi secara nyata. Mobilitas akademik seperti student exchange dan visiting professor menjadi gerbang utama pembaharuan kurikulum. Pada ranah riset, afiliasi ini memperkuat posisi institusional dalam ekosistem publikasi global, mendorong kolaborasi penulisan jurnal, serta memperluas partisipasi aktif dalam peer-review pada jurnal-jurnal bereputasi internasional di bidang Healthcare.

Maqsut Narikbayev University (MNU)

Maqsut Narikbayev University (MNU) yang sebelumnya lebih dikenal luas dengan nama KAZGUU University, adalah salah satu institusi pendidikan tinggi swasta paling prestisius dan modern di ibu kota Kazakhstan, Astana. MNU (Kazakhstan) adalah mitra strategis utama UAA di bidang integrasi Ilmu Sosial, Hukum, Ekonomi, Bisnis, dan Inovasi Teknologi Digital. Didirikan pada tahun 1994, MNU awalnya merupakan akademi hukum terbaik di Kazakhstan. Kini, universitas ini telah bertransformasi menjadi universitas multidisiplin modern dengan lima fakultas utama: Law School, International School of Economics, Business School, School of Liberal Arts, dan International School of Journalism. MNU memiliki reputasi global yang sangat kuat. Kurikulumnya telah terakreditasi oleh FIBAA (lembaga akreditasi pendidikan tinggi dari Eropa) dan menjadi rujukan utama bagi pendidikan berbasis praktik (practice-oriented) di Asia Tengah. Daya tarik utama MNU yang menjadikannya mitra sangat berharga bagi Universitas Alma Ata adalah keberanian mereka mengawinkan ilmu sosial/bisnis dengan kecerdasan buatan. Di saat universitas lain masih memisahkan kedua bidang tersebut, MNU telah membuka program-program inovatif seperti:

  • Economics and Data Science
  • Accounting with AI
  • IT Law & Cybersecurity
  • Artificial Intelligence and Frontier Systems

Hal ini sangat presisi dengan portofolio riset dan fokus internasionalisasi Universitas Alma Ata di Kazakhstan. MNU bukan sekadar tempat kuliah, melainkan pusat pemikiran strategis. Mereka memiliki 8 pusat riset spesialis dan sebuah lembaga think tank multidisiplin bernama MIND. Infrastruktur riset yang sangat kuat ini memberikan peluang emas bagi dosen dan peneliti UAA untuk melakukan Joint Research yang tidak hanya berakhir sebagai publikasi jurnal, tetapi juga menjadi rekomendasi kebijakan (policy brief) berskala internasional. Dengan adanya MoU resmi, UAA memiliki jalur eksklusif untuk mengeksekusi program-program berikut bersama MNU:

  • Student Exchange & Summer School: Mengirim mahasiswa UAA ke Astana (salah satu smart city paling maju di Asia Tengah) untuk mengikuti kelas internasional atau program Summer Language & Culture Course yang rutin diadakan MNU.
  • Akselerasi Kurikulum Digital: Mengadopsi atau melakukan studi banding mengenai bagaimana MNU mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum bisnis dan ekonomi, untuk kemudian diterapkan di UAA.
  • Dual Degree Pathway: MNU memiliki jaringan program gelar ganda (Dual Degree) yang sangat luas dengan universitas di Jerman dan Eropa. UAA dapat memanfaatkan MNU sebagai “jembatan (hub)” untuk membuka jalur mobilitas mahasiswa UAA hingga ke benua Eropa.

Melengkapi portofolio kemitraan internasional Universitas Alma Ata di Euro Asia Corner, A.K. Kussayinov Eurasian Humanities Institute (EAGI) memiliki peran dan pijakan yang sangat spesifik. EAGI adalah mitra pilar utama UAA dalam pengembangan Ilmu Tarbiyah, Pedagogi (Pendidikan), dan Humaniora di kawasan Eurasia. Berlokasi di ibu kota Astana, Kazakhstan, A.K. Kussayinov Eurasian Humanities Institute (EAGI) adalah salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka yang berfokus penuh pada rumpun ilmu humaniora dan pendidikan. Sejak berdiri, EAGI telah mencetak lulusan dengan kompetensi pedagogis yang sangat kuat. Universitas ini memiliki visi strategis yang berpusat pada penciptaan pendidikan inklusif dan pembentukan karakter lulusan yang memiliki tanggung jawab sosial tinggi. Kekuatan utama EAGI terletak pada program studi seperti Ilmu Pendidikan Dasar, Psikologi Pendidikan, Linguistik, Sastra, dan Penerjemahan. Fokus ini menjadikannya mitra kolaborasi yang paling relevan dan presisi bagi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Alma Ata. Kemitraan ini membuka peluang besar untuk mengkaji secara komparatif metode pengajaran modern di Asia Tengah dan mengintegrasikannya dengan konsep pendidikan karakter atau Inquiry Learning Model yang dikembangkan di UAA. EAGI memiliki keunggulan komparatif dalam internasionalisasi melalui Pusat Pendidikan Metodologis “EAGI-Bilim”, yang memfasilitasi pelatihan multi-bahasa (Kazakh, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, dan Mandarin). Selain itu, hasil riset sivitas akademika mereka secara konsisten dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Vestnik of the Eurasian Humanities Institute, sebuah jurnal keilmuan yang diakui penuh di tingkat nasional Kazakhstan. Hal ini menjadi saluran yang sangat baik bagi dosen UAA untuk melakukan publikasi lintas negara

  • Kolaborasi Riset Pendidikan: Mengembangkan kerangka penelitian bersama terkait ilmu pedagogi masa depan dan inovasi metode pembelajaran humaniora.
  • Mobilitas Akademik Lintas Negara: Mendorong pertukaran dosen dan mahasiswa (terutama dari lingkungan FITK UAA) untuk melakukan studi komparatif dan pertukaran budaya.
  • Akselerasi Kompetensi Bahasa: Memanfaatkan fasilitas kebahasaan EAGI untuk memperkuat kemampuan bahasa asing sivitas akademika UAA guna menghadapi persaingan global.

Kesepakatan kerja sama strategis antara UAA dengan MNU dan EAGI yang mendapat dukungan langsung dari Duta Besar RI untuk Kazakhstan (Bapak Dr. M. Fajrul Rahman).